Kejawen, Pengenalan

Definisi Kejawen
Kata Kejawen berasal dari kata ‘jawa’ atau dalam bahasa inggil disebut ‘jawi’
Kejawen merupakan identitas sejati orang jawa asli, mengenai bagimana orang jawa hidup, membawa diri, bersosialisasi dengan sesama manusia maupun interaksinya dengan alam dan yang paling penting adalah bagaimana orang jawa berhubungan dengan Gusti Allah.

Tidak ada batasan wilayah/daerah/teritori seseorang disebut Kejawen atau bukan. Bisa jadi ia seorag yang lahir, besar, hidup di tanah jawa tapi kesehariannya tidak mencerminkan budi/budaya jawa, maka dia tidak termasuk orang jawa sejati/kejawen.
Demikian sebaliknya, ketika seseorang berada jauh dari teritori tanah jawi tapi falsafah hidupnya meng-agung-kan nilai-nilai jawi, maka dia lah sejatinya yang disebut orang jawa/kejawen.
Tidak ada urusan dimana kita berdiri, melainkan bagaimana kita membawa diri. Itu filosifi dasarnya.
Jadi Kejawen itu bukan masalah jasad/raga, melainkan identitas ruhani/spiritual. Bukan masalah orang bisa ngomong bahasa jawa atau tidak, tapi masalah bagaimana, tata karma nya, bagaimana dia berbicara dan berperilaku sehari-hari dalam lingkup sosial nya.

Dasar-dasar Kejawen
Disebut diawal, ada dua sosi atau dua kunci utama yang harus dipegang teguh orang seseorang agar tetap bisa disebut sebagai orang jawa[kejawen].
Kedua kunci itu adalah :
1.      Kunci pintu Rumah
2.      Kunci pintu Langit
Pintu rumah adalah lambang interaksi antara orang jawa sebagai individu dengan lingkungannya, baik dengan manusia lainnya, maupun dengan alam
Pintu Langit adalah lambang interaksi antara orang jawa sebagai individu yang harus mempertanggung jawabkan diri dan harinya, kepada Sang Gusti.
Agar mampu mendapatkan 2 kunci itu, orang jawa harus memahami betul landasan/dasar-dasar kejawen. Perlahan satu-persatu kita bahas disini.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar